Oleh: Popy Cs Morian’s
“ Haus gak? “ Kataku pada Imelda dan Yaya setelah mata kuliah Statistik berakhir
” Iya nich aku juga Haus, kenapa ya setiap mata kuliah yang 3 Sks bikin aku dehidrasi...” tanya Imelda gak berbobot. ” tu..ada minuman keliling..kita beli disana aja yuk...!” tawar Yaya sambil menunjuk gerobak minuman di gerbang kampus.
” Ice Cream nya satu Bang...”kata Yaya setelah sampai didepan penjual minuman. ” saya juga Ice Cream ya bang, tapi yang Strawberry....” Imelda menimpali...
” Balqis, kamu mesan apa? Ice Cream karamel madu juga enak, aku udah coba kemaren..” komentar Siti setelah melihat aku masih berfikir minuman apa yang akan aku pilih...” Gak, makasih aku pengen pesan teh botol aja, biar hausnya cepet ilang....” kataku menolak tawaran Yaya....
” Eh iya, masa sich kamu gak suka dengan Ice cream, padahal jarang – jarang ada orang yang gak doyan Ice Cream, napa Qis? Kamu takut sakit Gigi ya...?” ledek melda...aku hanya tersenyum kecut.
Aku lihat Imelda menjulurkan lidahnya menjilati bongkahan Ice Cream lembut bewarna merah muda, tidak satupun lelehan dari cairan dingin itu terlewati dari matanya, gerakan itu terus menerus terulang dimataku, hingga..Semuanya kembali hadir di benakku, semakin lama semakin dekat dan....” Aku benci kalian...” aku berlari sambil menghempaskan tasku tepat mengenai Ice Cream yang sedang di Genggam Yaya. Kuletakkan begitu saja teh botol yang sedikitpun belum aku seruput. Mungkin mereka bingung mengapa aku tiba – tiba seperti ini???
ЖЖ
Gerah ini tidak mau menepi dan juga tidak dapat dikalahkan oleh udara sejuk di kamarku. Kejadian setengah jam yang lalu, masih saja mengintai, bukan hanya dipikiranku, tetapi seluruh raga ini, masih tergetar...aku mencoba mencari jepitan rambut yang biasanya ada di laci meja Rias, namun aku tercekat...kain merah hati berbintik Putih menyembul dari sebuah kotak..kotak yang selama ini paling aku hindari..tetapi kali ini aku mencoba tegar untuk tidak menghindarinya dan mengambilnya, menarik Bando Kesayangan Abel dari tutup kotak itu, mataku tak berkedip...tragedi 5 tahun yang lalu kembali terkuak lebar di ingatanku dimana awal dari Ice Cream satu – satunya jajanan yang palingku Benci.
ЖЖ
Saat itu umurku baru enam belas tahun, kelas satu SMA, sebagai anak semata wayang waktuku tak banyak tersita untuk hal –hal yang gak bermanfaat, mama sering mengajakku mengisi waktu luang bermain bersama Dek Abel, anak kedua Nte Ra adiknya mama. Dek Abel umurnya 4 tahun setahun lagi Ia sudah masuk TK, tetapi untuk anak seusianya, Dek Abel sudah dapat dikatakan cerdas, Ia bisa membaca, menulis arab dan sedikit berbahasa inggris...aku tidak pernah jenuh bermain dengannya, sering Nte Ra menitipkan Dek Abel dirumah dan baru pulang menjelang Dek abel tidur, makin sering Dek Abel dititipkan dirumah, semakin aku membutuhkan Dek Abel....tidak ada hari – hariku yang terlewati tanpa Dek Abel, Ia seperti nyawa penyangga hidupku.
Pernah suatu waktu aku pulang dari sekolah Dek Abel tidak dirumah, aku langsung bertanya pada Nte Ra kemana Dek Abel, Nte Ra Mengatakan :
” Tadi...Dek Abel..bukannya sudah kerumah kamu Qis...? Ekspresi Nte Ra Cemas.
” Gak, Nte..dia gak dirumah, tadi Balqis baru aja dari rumah...” kataku juga tambah cemas.
Kami bertanya kepada tetangga dan orang – orang yang mungkin melihat Abel. Hampir setengah hari kami mencari Abel dan akhirnya Abel ditemukan mama diRumahku, rupanya dia sudah tidak sabar memperlihatkan Boneka Bongkar Pasangnya yang dibelikan Tante Ra...
” Abel..Abel..kok gak bilang mau kerumah kak Qis....? kak Qis kan jadi cemas, gimana kalo Dek Abel kenapa – kenapa dijalan ? kan kak Balqis gak Punya Adik yang pinternya kayak Abel lagi..” kataku sambil menciumi ubun- ubunnya. Tanpa rasa takut dan bersalah Abel bergelayut dileherku dan bermanja- manja seperti tidak terjadi apa – apa.
16 September 2000 ulang tahunnya Abel...,kebetulan mama merayakannya untuk Abel...Aku memberikannya kado Bando Merah Hati berbintik putih, Abel menggunakannya sore itu, Ia tampak cantik sekali.
Ώ
Idul Fitri tiba.....tapi kok Dek Abel belum kelihatan di dirumah, sebagai kakak tertua biasanya mama orang pertama yang dikunjungi adik – adiknya, aku menelepon Tante Ra :
” Aduh Qis..Abel sakit ni...badannya panas sekali...sekarang tante gak bisa keluar, tu..si Om udah kerumah kamu ya..tante nanti aja nyusulnya...” itu kata tante menjawab pertanyaanku.
” Iya Tante...Nanti kalau tamu udah gak rame..Balqis kesana ya..? kututup telepon hatiku galau..
Aku sampai dirumah Dek Abel..keadaan Dek Abel udah agak mendingan, dia mau ikut denganku, katanya...mau naik Ayunan di taman bermain.
Aku diberi ijin oleh Nte Ra tapi..ada Syaratnya :
” Qis... Dek Abel jangan Panas- panasan dan Minum Es Ya..soalnya Dek Abel belum sembuh benar...” Pesan Tante Ra saat itu..
Aku langsung menyanggupi...
” Siap Komandan, Perintah dilaksanakan...."
Dek Abel senang sekali, diarena ini Ia mendapatkan teman baru, riang rasa hatinya, tak tampak sedikitpun Ia baru sembuh dari sakit...
” Kak...belikan Es ya...kak Dek Abel janji gak bilang mama kalau kakak belikan Es...yang Strawberry aja ya kak...! bolehkan ? Kak Dek Abel haus sekali....Ya kak ya...?...aku bimbang...mengapa harus itu yang diminta Dek Abel...dengan bujukannya meluluhkan hatiku aku membelikannya Ice Cream Stawberry..
Sore tiba, aku harus mengajaknya pulang....sesampai dirumah Tante Ra menyambut kami hangat, sehangat sayangku pada Abel...
” Tadi Abel ada panas – panasan gak? Gak minum Eskan? Tanya Tante Ra...
” Gak Kok Ma..Adek tadi Cuma minum Air Mineral aja, kalo mama gak percaya tanya kak Balqis...Katanya sambil menunjuk ke Aku sambil menunjukkan isyarat mata..
” Iya tante..kami gak panas – panasan dan minum Es Kok....” itu kata terakhirku dan kemudian aku pamit pulang.
Жжжжжжж
Dini hari yang kelabu..
” Dimana?....Iya...kakak kesana sekarang...” kata mama saat menerima telepon dari seseorang.
” Qis..qis...bangun Nak, ayo...kita kerumah sakit Abel masuk UGD...” mama megejutkanku...
DUB,....” Jantung ini berhenti sesaat, aku tersadar, menarik selimut dan beranjak meninggalkan mimpiku barusan bersama Dek Abel...
Tante Ra..menangis...tapi tidak histeris, aku hanya berdiri disudut pintu...bersadar tak percaya...aku telah meracuni dek Abel dengan Ice Cream...aku sudah menjadi seorang pembunuh...aku tidak berani menatapnya bahkan untuk terakhir kalinya.
Љњљњљњљњљљ
” Uhg.......................” aku menarik nafas lega...rupanya aku baru menyusuri rahasia paling gelap dalam hidupku..
Rahasia bersama Adikku Abel....Hati ini belum juga tenang, walaupun Tante Ra sudah memiliki anak lagi Putria namanya tapi dia tak seperti Abel, tak sebanding sayangku pada Abel, suatu saat nanti aku akan menceritakan ini pada Tante Ra Agar aku tidak dihantui rasa bersalah..
” ..........................................” suara ICE CREAM lewat....barangkali aku mencoba jujur dengan mulai menikmati ICE CREAM lagi...setelah 5 tahun kuhindari.....
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar